2017 - Belajar IPA Kelas 5 Belajar IPA Kelas 5: 2017

Tuesday, 7 February 2017

PESAWAT SEDERHANA ( KELAS V )

Pesawat sederhana adalah alat yang digunakan oleh manusia untuk memudahkan melakukan pekerjaan atau kegiatan. Ada beberapa jenis pesawat sederhana antara lain:
1. Tuas/Pengungkit
2. Bidang Miring
3. Katrol
Berikut penjelasan mengenai masing-masing pesawat sederhana tersebut.

1. Tuas/Pengungkit
Tuas/pengungkit berfungsi untuk mengungkit, mencabut atau mengangkat suatu benda. Berdasarkan titik tumpunya tuas/pengungkit dikelompokan menjadi 3 golongan sebagai berikut:
     a. Tuas Golongan I
    Tuas golongan I yaitu tuas yang memiliki titik tumpu berada diantara titik kuasa dan titik beban. Misalnya: jungkat-jungkit, gunting, tang, dll

b. Tuas Golongan II
    Tuas golongan II yaitu tuas yang memiliki titik beban berada diantara titik kuasa dan titik tumpu. Misalnya: gerobak dorong, pembuka tutup botol, pemecah biji, dll

c. Tuas Golongan II
    Tuas golongan II yaitu tuas yang memiliki titik kuasa berada diantara titik tumpu dan titik beban. Misalnya: sekop pasir, orang menyapu, dll
     

2. Bidang Miring
Bidang miring merupakan salah satu pesawat sederhana yang digunakan untuk memindahkan benda dengan lintasan yang miring. Dengan menggunakan bidang miring beban yang berat dapat dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi dengan lebih mudah, namun dengan jarak yang lebih jauh, Semakin landai bidang miring semakin ringan gaya yang harus dikeluarkan. Contohnya jalan yang ada dipegunungan dibuat berkelok, tangga, dll.

3. Katrol
Katrol merupakan roda yang berputar pada porosnya. Biasanya pada katrol juga terdapat tali atau rantai sebagai penghubungnya. Berdasarkan cara kerjanya, katrol merupakan jenis pengungkit karena memiliki titik tumpu, kuasa, dan beban. Katrol digolongkan menjadi tiga, yaitu katrol tetap, katrol bebas, dan katrol majemuk.
a. Katrol tetap
Katrol tetap merupakan katrol yang posisinya tidak berpindah pada saat digunakan. Katrol jenis ini biasanya dipasang pada tempat tertentu.
Contoh : katrol yang digunakan pada tiang bendera dan sumur timba

b. Katrol bebas
Berbeda dengan katrol tetap, pada katrol bebas kedudukan atau posisi katrol berubah dan tidak dipasang pada tempat tertentu. Katrol jenis ini biasanya ditempatkan di atas tali yang kedudukannya dapat berubah. Salah satu ujung tali diikat pada tempat tertentu. Jika ujung yang lainnya ditarik maka katrol akan bergerak. Katrol jenis ini bisa kita temukan pada alat-alat pengangkat peti kemas di pelabuhan.

c. Katrol majemuk /takal
Katrol majemuk merupakan perpaduan dari katrol tetap dan katrol bebas. Kedua katrol ini dihubungkan dengan tali. Pada katrol majemuk, beban dikaitkan pada katrol bebas. Salah satu ujung tali dikaitkan pada penampang katrol tetap. Jika ujung tali yang lainnya ditarik maka beban akan terangkat beserta bergeraknya katrol bebas ke atas.


Ayo kerjakan quiz berikut!!

Wednesday, 25 January 2017

G A Y A (IPA Kelas 5)

G A Y A
Gaya dikenal sebagai tarika  atau dorongan yang menyebabkan pengaruh pada suatu benda.

1.       Pengaruh Gaya terhadap Benda
Gaya memiliki pengaruh terhadap benda, dengan adanya gaya benda bergerak, benda dapat mengalami perubahan bentuk, arah gerak, dan gerak benda. Contohnya pada kehidupan sehari-hari seperti melempar bola, berjalan, bersepeda, dll

2.       Macam-macam Gaya
Berdasarkan sumbernya, gaya dibedakan menjadi tiga macam yaitu gaya gravitasi, gaya gesek dan gaya magnet.
a.       Gaya Gravitasi
Gaya gravitasi bumi sering disebut gaya tarik bumi. Gaya ini menyebabkan benda tetap menempel di bumi, manusia dapat berjalan dibumi.
Contohnya: buah kepala yang jatuh dari pohon, bola yang dilemparkan ke atas akan jatuh kebawah
Gaya gravitasi terbesar berada dipusat bumi, akibat dari adanya gaya gravitasi orang dapat berjalan diatas tanah, terjadi pasang-surut air laut akibat gaya gravitasi bulan.
b.       Gaya Gesek
Gaya gesek terjadi apabila permukaan dua benda saling bertemu/bergesekan. Misalnya terjadi gesekan antara alas kaki dengan lantai ketika berjalan. Gaya gesek bisa diperbesar ataupun diperkecil.
Gaya gesek diperbesar terdapat pada alat-alat sebagai berikut:
1)      Membuat alur-alur pada alas sandal dan sepatu supaya tidak tergelincir pada saat dipakai
2)      Permukaan ban dibuat beralur-alur supaya kendaraan mudah dikemudikan
3)      Membuat kampas rem lebih kasar supaya dapat menghambat laju kendaraan
Gaya gesek diperkecil terdapat pada alat-alat sebagai berikut:
1)      Memperhalus permukaan benda yang bersentuhan
2)      Memasang bantalan perluru pada poros supaya bidang sentuhnya menjadi lebih kecil
3)      Memberikan minyak pelumas pada rantai sepeda atau motor

c.       Gaya Magnet
Gaya magnet adalah gaya yang dimiliki oleh magnet yang dapat menarik benda-benda yang didekatkan pada magnet itu. Contoh gaya magnet misalnya peniti dan paku yang didekatkan ke magnet akan menempel. Benda-benda yang dapat ditarik oleh magnet disebut benda magnetis. Contohnya; paku, peniti, sendok, kulkas,dll. Sedangkan benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet disebut benda non-magnetis. Contohnya; kertas, plastik, kain.
1)      Sifat-sifat magnet
Magnet memiliki gaya tarik dan dapat menembus benda. Kekuatan gaya magnet dipengaruhi oleh garis gaya magnet dan jarak benda magnetis. Daerah yang masih terpengaruh gaya magnet disebut medan magnet. Gaya magnet terbesar terdapat diujung atau disebut kutubnya. Kutub magnet yaitu kutub utara (U) dan kutub selatan (S). Kutub yang sejenis jika didekatkan akan saling tolak-menolak sedangkan kutub yang tidak sejenis didekatkan akan tarik-menarik. Jika suatu magnet dipotong menjadi dua, maka akan menciptakan dua magnet baru.
2)      Jenis-jenis magnet
Magnet dibedakan menjadi dua macam, yaitu magnet alam dan magnet buatan. Magnet alam yaitu batuan alami yang dapat menarik benda magnetis. Sedangkan magnet buatan yaitu magnet yang sengaja dibuat orang dari besi atau baja untuk tujuan-tujuan tertentu. Magnet buatan memiliki bentuk antara lain magnet U, jarum, silinder, tapal kuda, batang.


3)      Cara membuat magnet
a)       Cara Induksi
Cara induksi yaitu dengan mendekatkan sebuah jarum ke magnet sehingga jarum tersebut ditarik magnet. Jarum yang menempel didiamkan beberapa saat. Jarum yang menempel pada magnet tersebut dapat menarik jarum-jarum lain karena bersifat seperti magnet.


b)      Cara Gosokan
Cara gosokan dilakukan dengan cara menggosok-gosokan besi atau baja dengan kutub sebuah mangnet. Semakin banyak gosokan yang dilakukan, maka semakin kuat sifat kemagnetan besi atau baja tersebut.
c)       Cara Aliran Listrik
Cara aliran listrik dilakukan dengan melilitkan kawat pada sebuah logam(misalnya paku). Kemudian ujung-ujung kawat itu dihungkan dengan baterai. Semakin banyak lilitan kawat (lilitan kawat lebih rapat) maka semakin kuat sifat kemagnetannya.

Kalau sudah, yuk coba kerjakan soal berikut
bangun anggit